| SMK Putra Bangsa Buat Pertanian Organik ”Plus-Plus” |
|
|
|
|
(Kerjasama dengan LSM Bontang Lestari)
Kelangkaan
pupuk anorganik masih dirasakan saat ini oleh petani, melambungnya
harga pupuk kimia membuat petani merasa keberatan dalam pengolahan
lahan. Hal itu disebabkan oleh hasil panen yang tidak seimbang dengan biaya
produksinya. Untuk mengatasi persoalan petani tersebut, Smk Putra
Bangsa berinisiatif membuat pertanian dengan sistem ”organik plus-plus”. Upaya untuk meningkatkan hasil pertanian ini dilakukan bekerjasama dengan LSM Masyarakat bontang lestari.
Hasil
panen yang berupa buah-buahan dan sayuran dari sistem pertanian organik
sangat aman untuk dikonsumsi. ”pemakaian pestisida dalam pertanian
anorganik itu sangat berbahaya bagi kponsumen. Tapi kalau sistem
pertanian organik ini, cukup aman bagi kesehatan konsumen karena
tanamannya sama sekali tidak tersentuh oleh pupuk kimia. Itulah salah
satu alasan mengapa kami mencoba menerapkan sistem pertanian organik”
ungkap Pembina Pertanian Organik Bontang, Dwi Dally M.
Kepala sekolah Smk Putra Bangsa Bontang, Sriyatin , S. E. Menambahkan
kalau dari segi strategi bisnis, sistem pertanian organik sangat
efektif . ”kita aka membina mereka yang terlibat dalam komunitas petani
organik bontang ini. Dengan modal kecil sekalipun pertanian organik ini
dapat dilakukan. Itulah makanya teknik ini sangat prospek untuk
dikembangkan di bontang”.
Masyarakat
masih menganggap pertanian adalah pekerjaan yang rendah dan kotor
tetapi jika dilakukan dengan cara profesional hasilnya bisa melebehi
gaji karyawan perusahaan. Dalam waktu 3 bulan saja, bisa menghasilkan
puluhan juta ujar Dwi Dally M. sambil tersenyum. Pokoknya kalau mau
menikmati hasil dari pertanian organik, silahkan ikut terlibat
langsung, dan rasakan ”kenikmatan plus-plus” alias keuntungan yang bisa
diperoleh dari pertanian organik, pungkasnya.
uji coba pupul organik: beberapa siswa smk putra bangsa bontang sedang melakukan uji coba penggunaan pupuk organik di lahan percontohan bontang lestari beberapa waktu yang lalu. |
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|






















